Hujan Lebat di Iran, Picu Banjir Dasyat dan Tanah Longsor

Telukpersia – Hujan lebat di Iran menjadi bencana dasyat yang terjadi pada pertengahan tahun di negara ini. Setidaknya dilaporkan 80 orang tewas dan 30 orang hilang dalam arus banjir yang terjadi sejak awal Juli 2022.

Sekretaris Jenderal Masyarakat Bulan Sabit Merah mengatakan, telah banyak korban jiwa akibat bencana alam yang terjadi di Iran.

“Sejak awal bulan Mordad Iran pada 23 Juli, 59 orang tewas dan 30 masih hilang dalam insiden yang disebabkan oleh banjir baru-baru ini,” katanya, mengutip dari IRNA pada Senin (01/08/20222).

Lihat Juga: Mengenal Member NCT 127

Penyebab Banjir Bandang

Banjir bandang disebebkan karena hujan lebat yang terjadi di provinsi selatan Fars. Daerah tersebut biasanya kering dan kerap kemarau. Banyak korban bencana ini menghabiskan harinya di tepi sungai, sebelum banjir itu datang.

Soleimani mencatat bahwa 60 kota, 140 kota dan lebih dari 500 desa di seluruh Iran, berpenduduk sekitar 83 juta orang yang menjadi korban banjir bandang.

Provinsi Teheran menjadi kota yang paling terpukul, sebab jumlah korban yang meninggal mencapai 35 orang. Sedangkan, di provinsi Mazandaran di dekatnya, memiliki jumlah orang hilang tertinggi yaitu, 20 orang, menurut daftar yang diterbitkan oleh Bulan Sabit Merah.

Lihat Juga : Bruno Mobile Legend

Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei melaporkan dalam sebuah surat kabar yang diterbitkan pada Sabtu (31/7/2022) kemarin, menyatakan ucapan belasungkawa kepada seluruh keluarga dan meminta pihak yang berwenang untuk mengambil tindakan dalam memperbaiki kerusakan tersebut.

Presiden Ebrahim Raisi

Sementara itu, Presiden Ebrahim Raisi sudah turun ke lokasi yang dilanda banjir di wilayah Firouzkouh di timur ibu kota. Kerusakan parah telah terjadi di sana, terutama karena tanah longsor gunung Kamis malam yang membuat 14 nyawa melayang.

“Perkiraan awal menunjukkan lebih dari 60 triliun real (sekitar USD200 juta) kerusakan pada sektor pertanian,” kata Menteri Pertanian Javad Sadatinejad, menurut penyiar negara IRIB.

Pusat meteorologi Iran pada hari Sabtu memperingatkan lebih banyak hujan di provinsi selatan dan utara dalam beberapa hari mendatang. Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim memperkuat cuaca ekstrem, termasuk kekeringan serta potensi peningkatan intensitas badai hujan.

Seperti negara-negara regional lainnya, Iran telah mengalami kekeringan berulang selama dekade terakhir, tetapi juga banjir biasa, sebuah fenomena yang diperburuk ketika hujan deras turun di bumi yang terpanggang matahari.

Pada 2019, hujan lebat di selatan Iran menewaskan sedikitnya 76 orang dan menyebabkan kerusakan yang diperkirakan lebih dari USD2 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.