Cappadocia Turki, Sejarah Tempat Wisata yang Disebut sebagai “Its My Dream”

Telukpersia – Cappadocia Turki belakangan tengah viral, karena beberapa belakangan yang lalu film “Layangan Putus” menyebut tempat ini sebagai “Its My Dream” yang diperankan aktris cantik, Putri Marino.

Tempat wisata di negara Turki ini merupakan salah satu tempat wisata yang mendunia. Bagaimana tidak, berada ditengah selatan atau tenggara Ankara, Cappadokia Turki menyimpan cerita romantis bagi mereka yang mengunjunginya.

Lihat Juga, Profil dan Biodata Ayana

Selain menyimpan pesona alam yang luar biasa. Sejarah tempat ini juga sesuatu yang menarik untuk diketahui. Berikut ini Telukpersia telah menyiapkan informasi tentang sejarah Cappadocia Turki. Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

Lihat Juga, Zilong Mobile Legend

Sejarah Cappadocia Turki

Pada Zaman Perunggu, kota Cappadocia dikenal dengan sebutan Hatti dan merupakan daerah kekuasaan pada masa Kekaisaran Hattusa. Pasca runtuhnya kekaisaran Hittite setelah ditaklukkan oleh Raja Lydian di abad ke-6, Cappadocia kemudian beralih ke masa aristokrasi feudal, di mana pada saat itu banyak penduduknya menjadi budak.

Pada masa kerajaan Persia, Kerjaan Cappadocia pernah merasakan kedamaian saat di bawah pememimpinan Alexander the Great. Saat itu, Cappadocia terdiri dari beberapa kota, termasuk Nevsehir, Aksaray, Nigde, Kayseri dan Kersehir.

Erosi yang terjadi membuat lembah-lembah Goreme di Cappadocia terlihat seperti ukiran yang sempurna. Pada abad ke-4 masehi, kebudayaan dan perkotaan di bawah tanah dimulai dari sini.

Letusan gunung berapi dari zaman prasejarah menyelimuti daerah di Cappadocia Turki. Bantuan angin dan aliran air menyisakan bentuk lembah dan perbukitan dengan ukuran berbentuk kerucut setinggi 40 meter nan indah, seperti pemandangan yang ada di negeri dongeng.

Goreme yang membuat daerah pariwisat di sini sudah ada dihuni sejak era Hittite, atau sekitar tahun 1800 – 1200 SM. Kondisi perang saat itu, mendesak warga untuk membuat gua dan lorong-lorong tempat bersembunyi.

Gua-gua serta kota bawah tanah, sampai sekarang masih bisa Anda temukan dan eksplorasi. Situs-tempat persembunyi umat Kristiani pada masa awal berkembangnya agama Kristen di daerah ini banyak ditemukan.

Kala itu, para umat Kristiani berlindung di bawah persembunyian dari penganiayaan orang-orang Roma. Banyak lukisan bertema Kristiani dan gua menjadi kapel Gereja.

Lihat Juga, Bendera Turki

Derinkuyu

Derinkuyu adalah kota bawah tanah terbesar yang ada di Cappadocia atau sekitar tujuh lantau dan 85 m kedalamannya. Ada banyak kamar-kamar yang bisa ditemukan di kota bawah tanah ini, seperti kandang burung, gudang, ruang penyimpanan, refectories, gereja, dan juga perkebunan anggur.

Selain itu, terdapat sebuah ruangan besar dengan langit berbentuk kubah barel, di lantai dua ada sekolah misionaris. Jika Anda berminat mengunjungi Derinkuyu, tempat ini sudah dibuka untuk umum dari tahun 1965, namun hanya sekitar 10 persen saja yang diizinkan untuk dieksplorasi.

Rumah batu tradisional bernama carved dan Pigeon Holes menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Cappadocia. Tempat ini begitu unik dan natural. Sebagian besar bangunan diukir dengan batu dan dibangun pada abad ke-19.

Tuffsone merupakah berkah dari Tuhan untuk penduduk Cappadocia. Batu ini lembut dan mudah diolah menjadi bahan bangunan yang tahan lama. Sumber batu ini berlimpah, sehingga membuat warga setempat mudah mengembangkan gaya arsitektur yang unik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.